Surat hati (1): Engkau dimana saat aku ditikam sepi,,,?





Pada senja yang seringkali murung. Aku bertutur tentang sepotong hati yang berdiam dalam dada. Hati yang sampai saat ini belum aku ketahui pasti seperti apa bentuknya, namun aku selalu merasakannya.

Aku bahkan tidak tahu harus dengan bilangan apa menyebutnya? Entah sepotong, sebuah, sekeping, atau se-apa? yang aku tahu hanyalah, hati yang ada dalam dada ini begitu peka terhadap banyak hal. Begitu fasih membisikkan perasaan; Cemas, kecewa, sedih, bahagia, rindu, cinta, takut, benci, iba, sakit, sepi, putus asa, dan sebagainya.

Seperti saat ini misalnya. kembali aku ditikam sepi. Sebentuk perasaan yang menyedihkan. Sepi yang tak terjawab dengan apapun. Sepi yang begitu lekat dengan rasa sakit. Tapi sebagai sebuah perasaan, mau tidak mau, aku harus menikmatinya sendiri. Dalam sunyi, bahkan dalam dingin.

Sepi ini bermula saat kau mulai tidak punya waktu untukku. Aku tak bisa mendengar lagi suara tenangmu menjelang lelap. Aku tak menemukan sapamu lagi di bening fajar menjelang subuh. Aku tak menemukan surat-surat kecilmu lagi di layar telepon genggamku. Kau menghilang. Aku hanya menemukan sepi di saat-saat seperti itu.

“Engkau dimana saat aku ditikam sepi, Nay?” gumamku dalam hati. Tak mampu terucap. Berkali-kali lesatan tanya senada menyeruak dari sela-sela kesadaranku. Berkali-kali juga aku menguburnya dalam dada. Menimbunnya dengan helaan nafas yang gerimis. basah.

Barangkali,,, kau terlalu sibuk dengan aktifitasmu yang kian menjubel. Berbagai aktifitas yang telah merebutmu dari duniaku. Atau,,, kau benar-benar butuh jarak dariku untuk bahagia. Kau butuh jarak untuk tersenyum. Kau butuh jarak untuk tertawa. Kau butuh jarak untuk ceria. Kau butuh jarak untuk merengkuh duniamu.

Maka, aku memilih diam yang entah...
Membiarkanmu mengepakkan sepasang sayap, meski diam-diam aku didera cemas. Aku takut kau terbawa deru angin, lalu tersesat di belantara sunyi yang sakit. Aku selalu khawatir akan hal itu. Tetapi masih berartikah kekhawatiranku bagi seutas mimpi indah yang engkau tuju?

Aku tak menemukan jawaban apa-apa selain sepi.

1 komentar:

  1. Aku bersembunyi dibalik ruang rindu.... Lha engkau dimana saat aku ditikam rindu? Hehehe

    BalasHapus