Menu ala santri,,,



Siang ini, selepas jam kantor saya pulang ke Pondok Pesantren tempat saya menimba ilmu. Rasa lapar sudah mengusik perut. Sebenarnya saya bisa langsung makan di warung atau membungkusnya untuk makan di pondok, karena saya tidak boleh telat makan. Obat dari dokter yang mengharuskan saya makan tepat waktu. Tapi hari ini saya sengaja mengabaikannya. Ada kerinduan untuk masak bareng teman-teman dan makan bersama dengan menu ‘ala kadarnya’ seperti dulu (meski sekarangpun masih sering makan ala kadarnya. hiks...).

Maka,,,
“tereeeenggg….” sebagian Jamaah Galaupun berkumpul; Hermawan, Salamet, Imam, Zainuddin dan saya. hehe... kami siaga dengan tugas masing-masing. bersi'in talam, panci, nyuci beras, dan ngidupin kompor. Masakpun dimulai. Hanya nasi.
Lauknya? No,,, no,,, no… tanpa lauk. Hanya kacang. Lalu dibuatlah sambal kacang tanpa cabe. Saya tidak suka pedes. Sedangkan teman-teman yang lain, yang suka pedes, sudah menyiapkan cabe sebagai lauk. ^_^

Bismillaahir rahmaanir rahiim…
Allaahumma Baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaaban naar…
(Dengan menyebut nama Allah,, yang maha pengasih lagi Maha Penyayang…
Ya Allah,,, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka…) selesai berdoa, makanpun dimulai. Nasi putih, sambal kacang, dan keripik singkong. Tanpa ikan? ya. memang tanpa ikan. Tanpa sayur. Tanpa kuah. Dan tanpa menu yang lainnya juga.

Rasanya?
Subhanallah… nikmat Allah itu bisa kami rasakan dalam makanan yang sederhana. Kami berlima makan dengan lahap. Terkadang kami sambil lalu tertawa dengan riangnya. Bukan menertawakan orang lain. Tapi meluapkan kebahagiaan kami yang masih diberi kesempatan makan dengan nikmatnya meski dengan menu ala kadarnya. Kami tertawa tidak dengan arti yang negatif. Keriangan ini sebagai bentuk syukur pada Allah karena nikmat yang diberikanNYA sungguh sangat luar biasa.

Kami makan dalam satu talam besar. Tak ada iri di situ. Tak ada rebutan disitu. Tak ada saling mengambil hak yang lain disitu. Tak ada kebencian karena nasi di talam dimakan yang lain. Tak ada itu semua. Yang ada adalah kebersamaan. Yang ada adalah persaudaraan. Yang ada adalah syukur. Yang ada adalah dentuman rasa haru. Kami makan sampai habis. Tak tersisa. Bahkan, meski nasi tinggal beberapa suapan saja, dengan ikhlasnya kami saling berbagi. Bagi kami, makan bersama seperti itu sudah menjadi kesepakatan tak terucap. Bahwa kami hanya akan berhenti sampai makanan habis.

Tidak boleh menyisakan makanan meski sedikit. Karena dalam benak para santri, sudah tertanam kebiasaan untuk menjaga, dan menggunakan nikmat Allah sebaik-baiknya. Tidak menyia-nyiakannya. Tidak membuang-buangnya. Karena itu mubadzir.

Nasi juga makhluk Allah. Betapa sebutir nasi akan lebih berarti saat dimakan dari pada dibiarkan di atas piring atau talam begitu saja. dibiarkan mengering dan tidak menjadi apa-apa. Kami bersyukur masih bisa makan nasi. Betapa banyak saudara-saudara lain tidak bisa makan nasi lantaran memang tidak ada yang mau dimakan. Betapa banyak orang-orang diluar sana yang untuk makan sisa nasi saja harus mengaisnya dari tong sampah?

Berapa ribu orang yang mati kelaparan lantaran tak ada yang mau dimakan. Maka apa hak kami untuk membuang-buang nasi seperti yang kebanyakan orang-orang kaya lakukan? Hanya bisa makan nasi saja sudah begitu sombongnya dengan tidak menghabiskan. Menyisakannya di piring. Membiarkannya begitu saja. bahkan yang lebih parah lagi, terkadang semua itu dilakukan atas dasar gengsi. Merasa malu jika harus menghabiskan makanan di atas piring karena takut dianggap kelaparan.

Allahu akbar. Wahai orang-orang tak tahu diri dan tak tahu bersyukur. Apakah kalian merasa dengan menyia-nyiakan nasi dalam piring itu sebagai bukti bahwa kalian orang-orang terhormat? Jika untuk beberapa butir nasi saja kalian tidak menghormatinya, bagaimana mungkin akan dihormati oleh orang lain. Apalagi kelak di hadapanNYA?

Subhanallah,,, lebih baik saya makan tanpa ikan, tapi selalu mensyukuri rezeki Allah, dari pada makan dengan berbagai menu masakan tapi tidak tahu cara mensyukurinya. Semoga Allah melindungi kita semua dari kesombongan. Menyelamatkan kita dari keterjerumusan pada golongan orang-orang yang tidak tahu bersyukur.

Wallahu a’lamu bish_shawab.

menu ala santri... Alhamdulillah yah,,,, ^_^

*Untuk Jamaah Galau,,, "ini tangan siapa?" ^_^

3 komentar:

  1. E D E N P O K E R . X Y Z mau memberikan info sedikit nih , di edenpoker ingin memberikan BONUS NEWMEMBER sebesar 10.000 ribu
    yuk langsung saja kunjungi Customer Service kami dan segera daftar kan diri anda !!!

    BalasHapus
  2. E D E N P O K E R . X Y Z mau memberikan info sedikit nih , di edenpoker ingin memberikan BONUS NEWMEMBER sebesar 10.000 ribu
    yuk langsung saja kunjungi Customer Service kami dan segera daftar kan diri anda !!!

    BalasHapus
  3. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    BalasHapus