saat kembali ke Facebook,,,






Jelang menikmati senja yang mulai cantik, selepas siaran sore, entah dari mana datangnya, tiba-tiba ada kerinduan yang menghangat di dada untuk membuka Facebook. Saya juga heran. Padahal sudah berbulan-bulan akun FB saya nonaktifkan. Tapi karena banyak teman-teman yang juga meminta saya aktif kembali di FB. Ya sudah,,, Setidaknya, agar tetap bisa menjaga ukhuwah dengan teman-teman meski di dunia maya.

Akhirnya, sore tadi saya mengaktifkan kembali akun FB. Melihat-lihat isi FB, saya seolah kembali lebur dalam kenangan-kenangn yang terselip di berandanya. Ada senyum. Ada perih. Ada tawa. Ada airmata juga. Lalu perlahan saya menulis catatan untuk FB, Selepas buka puasa.

Selamat malam Facebook,,,
apa kabarmu,,,?


Lama tak bertemu engkau,,, lama tak bercerita denganmu membuat rinduku tiba-tiba menghangat. Entah rindu semacam apa ini. mungkin semacam keinginan untuk mencurahkan berbagai hal yang seringkali terbersit di hati. Atau keinginan untuk mempererat ukhuwah yang nyaris hilang dalam beberapa bulan terakhir ini. Atau keinginan untuk bertukar kisah denganmu atas banyak hal yang sama-sama kita lalui selama ini.


Kau tahu facebook,,,? Aku seringkali ditertawakan oleh sahabat-sahabatku lantaran tak punya akun di beranda hatimu. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Katanya aku kuno, katrok, gak gaul, gak update, gak modern, dan sebutan “manis” lainnya. Itu kata beberapa temanku. Tapi tentu saja aku hanya tersenyum sembari mengiyakan. Mau gimana lagi?


Aku yakin hanya kamu yang tahu tentang alasanku.
Maafkan aku ya,, kalau selama ini aku menghilang dari berandamu. Aku lagi belajar tentang banyak hal. Belajar menulis, belajar merintis usaha dengan teman-teman, belajar jadi penyiar yang baik. Dan lain-lainnya. ^_^


Oh iya Facebook, sekarang rambutku mulai gondrong lho,,, malah ada yang manggil Mas gondrong di radio. Pernah aku ditanya kenapa rambutku dibiarkan panjang? Aku hanya tersenyum dan menjawab “pengin aja,,,” Lalu kubilang nunggu lebaran untuk memotongnya. Banyak protes sebenarnya dengan kegondrongan rambutku, termasuk Ibu. Katanya aku tambah jelek. Tidak rapi, dll. aku nyengir mendengarnya. Bukankah aku memang slengean? Tapi kalau ke kantor aku pakai songkok. Jadi gak ketara gondrongnya. Cocok sekali kan dengan bulan Ramadhan. Jadi kesannya lebih islami. *_*


Aku kembali ke berandamu bukan semata karena keinginanku. Tapi karena engkau juga. selain itu beberapa teman dekat memang memintanya. teman-teman penyiar di luar kota, teman-teman Pergunu, teman-teman Operator NUPTK, teman-teman kelas menulis, juga teman-teman komunitas yang lain. Akhirnya aku berpikir, tidak ada salahnya sesekali aku berdiam di berandamu. Meski mungkin aku harus pergi lagi, entah kapan.


“Facebook, ambil hikmahnya saja” kata salah seorang temanku. Benar. Aku memang harus belajar banyak darimu Facebook. Terutama tentang kesabaran. Aku tahu, banyak hal yang terjadi padamu. Dari yang manis sampai pahit. Dari yang baik sampai yang kurang baik. Dari ucapan-ucapan yang mendidik sampai caci maki. Tapi kau tetap berlapang dada memuatnya. Menerimanya dengan penuh kesabaran.


Jadi aku memang harus belajar sabar sepertimu.
Ajari yah,,,?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar